UKM Tabuh Gelar DIKLATSAR dan GATHERING, Tingkatkan Solidaritas, Keakraban dan Kekeluargaan

UKM Keputrian STAHN Mpu Kuturan Gelar Lomba Fashion Show
November 25, 2021
STAHN Mpu Kuturan Gelar Orientasi Organisasi Kemahasiswaan, Lakukan Evaluasi Dan Siapkan Sinergi Gerakan
November 28, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Unit Kegiatan Mahasiswaa (UKM) Tabuh ‘Maha Widya Gurnita” STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengadakan kegiatan DIKLATSAR and GATHERING yang bertepat di NBL Camp Dasong, Bedugul, selama dua hari yakni 13 dan 14 November 2021.

Kegiatan diselenggarakan sebagai bentuk meningkatkan solidaritas, keakraban, kekompakan antar mahasiswa UKM Tabuh, khususnya Mahasiswa yang baru tergabung di UKM Tabuh Maha Widya Gurnita. Dimana total ada 35 mahasiswa yang baru bergabung.

Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Pementasan Gong Kebyar terhadap Pola Pikir Pelaku Seni” ini, dibuka oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STAHN Mpu Kuturan Singaraja Ida Bagus Wika Krishna S.Ag., M.Si.

Dalam sambutannya menekankan agar tema tersebut tidak hanya sekedar tema, tetapi menjadikan UKM Tabuh ini sebagai UKM yang siap berkontribusi terhadap lembaga dan yang paling utama adalah terhadap masyarakat.

“Bagaimana tema itu bisa diimplementasikan dan bisa berguna bagi masyarakat,” ujar Pria yang akrab Gus Wika ini.

Sementara itu, Pembina UKM Kesenian Dr. Drs. I Putu Parmajaya, M.Pd. di dalam Talkshow, menyebut jika sebagai generasi muda khususnya para pencinta dan pelaku seni Karawitan harus memahami hakikat dari pada gamelan Bali itu sendiri.

“Dan juga memahami makna dan filosofis dari gamelan itu agar nantinya para penabuh di UKM Tabuh tidak hanya tahu tentang gamelan Bali, namun memahami apa isi dari gamelan Bali itu sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja Gede Pande Satria Kusuma Yudha sebagai narasumber. Dalam paparannya, Olit demikian Ia akrab disapa menegaskan, generasi muda terutama penabuh gamelan Bali harus mengerti tentang estetika dan juga etika jika melakukan sebuah pertunjukan Gamelan Gong kebyar.

“Jangan sampai materi yang dibawakan tertinggal yang dikarenakan euphoria dari penonton, dan pada intinya bagaimana cara kita tampil secara professional di panggung,” tegasnya. |RM|

Leave a Reply

Your email address will not be published.