Terima Bantuan 3000 Masker, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Siap Distribusikan di Lokasi Kuliah Kerja Nyata

Perkuat Karakter dan Disiplin, Menwa STAHN Mpu Kuturan Singaraja Gelar Latihan Pemantapan dan Tradisi Pemoskoan
August 28, 2020
Garda Terdepan Penerapan Protokol Kesehatan di Kampus, UKM KSR PMI Unit STAHN Mpu Kuturan Singaraja Siap Bersinergi dengan Civitas Akademika
September 1, 2020

Tantangan pengabdian masyarakat di masa tatanan kehidupan baru bagi perguruan tinggi tidak mudah, selain harus memperhatikan protokol kesehatan terdapat persoalan sosial, budaya dan keagamaan yang merupakan efek domino dari pandemi covid-19 yang wajib dipikirkan. Di lain pihak pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi harus tetap dilaksanakan sebagai kewajiban lembaga pendidikan tinggi. Menjawab tantangan tersebut STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengawali kegiatan pengabdian dari mahasiswa dengan mengelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan sistem daring pada Senin (31/08). Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag., M.Si. dalam materinya menekankan mahasiswa yang mengikuti KKN pada tahun 2020 ini berani untuk berkreatifitas, namun tetap sesuai ajaran agama ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia juga menjelaskan bahwa ilmu yang di dapat di bangku kuliah akan semakin mantap, jika melihat langsung persoalan di masyarakat.

“Rekan-rekan mahasiswa silahkan merancang kegiatan dengan sekreatif mungkin, namun jangan lupa bahwa kita merupakan bagian dari lembaga pendidikan agama yang harus mampu menjalankan aktivitas berlandaskan ajaran agama, tentu dengan tambahan memperhatikan protokol kesehatan. Segala ilmu yang diberikan oleh tenaga pengajar di kampus akan semakin mantap dengan melihat fenomena dan persoalan di masyarakat”, tegas dosen yang pernah menjadi pembimas di Jawa Tengah ini.

Senanda dengan hal tersebut Ketua Panitia Pelaksana KKN I Putu Ariyasa Darmawan, M.Ag mengingatkan kembali kegiatan bahwa kegiatan KKN tahun 2020 ini agak berbeda dengan kegiatan sejenis di tahun sebelumnya. Selain ada batasan baru dalam hal Kesehatan, peserta harus lebih selektif dalam merancang kegiatan. Kuantitas kegiatan bukan menjadi jaminan dari penilaian akhir akan maksimal, namun kualitas harus menjadi prioritas seluruh kelompok yang nanti dibagi secara merata oleh panitia.

“Kita melaksanakan KKN saat ini akan mungkin akan berbeda dan unik dibangdingkan KKN sebelumnya. Protokol kesehatan harus menjadi dasar dalam merancang kegiatan. Rekan-rekan juga harus lebih selektif dalam membuat kegiatan. Kami akan memberikan nilai bukan karena jumlah kegiatan yang terealisasi, namun lebih kepada kualitas dan dampak yang diterima akibat dari kegiatan tersebut”, Jelasnya.

Kasat Pol. PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, S.H., M.Si. sebelum penyerahan bantuan menerangkan peserta KKN untuk disiplin mematuhi aturan tentang penggunaan masker di luar rumah. Selain itu ia menjelaskan sumber bantuan yang nanti didistibusikan peserta di masing-masing lokasi KKN.

“Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Cegah Penularan Covid-19 harus dijalankan salah satunya dengan penggunaan masker saat di luar rumah seperti bantuan yang akan didistribusikan nanti. bantuan ini merupakan sumbangan dari pegawai di lingkungan pemerintah Provinsi Bali dan sumbangan dari pihak swasta”, ujar pria asal nusa penida ini.

Salah seorang peserta KKN Diya Utami mengungkapkan keraguan awal saat mendapat informasi pelaksanaan KKN di tahun ini. namun setelah menerima pembekalan yang berisikan materi tentang teknis KKN serta diterimanya bantuan dari Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali akhirnya keraguan itu menjadi sirna.

“Perasaan khawatir awalnya ada dalam benak saya, namun setelah mendapat penyampaian materi kami punya keyakinan kegiatan ini mampu kami ikuti dengan berbagi tantangan dan hambatan. Dengan beberapa hal yang ditekankan panitia khususnya masalah teknis ditambah diterimanya bantuan dari Satpol PP Provinsi Bali semakin memantapkan kami melaksanakan KKN tahun ini”, Kata mahasiswa yang mengambil prodi Teologi Hindu.

Penyerahan bantuan sejumlah 3000 masker, handsanitiser, dan disinfektan bertempat di Aula STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dihadiri Wakil Ketua III STAHN Mpu Kuturan Singaraja dihadiri oleh Ketua P2M, Ketua P3M, Kabag AUAK, Para Ketua Jurusan di lingkungan STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Hadir pula pembimbing KKN dan perwakilan mahasiswa yang akan mengikuti KKN. Kegiatan KKN akan berlangsung dari 2 september sampai 30 oktober 2020 dengan 9 titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Tabanan dan Jembrana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.