STAHN Mpu Kuturan Singaraja dan Pemerintah Kabupaten Buleleng Jalin Kerjasama

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
September 2, 2020
Pengumuman Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan SKB Calon PNS Formasi Tahun 2019 Kementerian Agama Tahun 2020
September 6, 2020

STAHN Mpu Kuturan Singaraja dan Pemkab Buleleng akhirnya secara resmi menandatangani MoU di bidang Adat dan Budaya di rumah Jabatan Bupati Buleleng, Kamis (3/9) sore. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST bersama Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A.

Momentum penandatanganan MoU antara Pemkab Buleleng dengan STAHN Mpu Kuturan Singaraja merupakan yang pertama kalinya digelar setelah STAHN Mpu Kuturan Singaraja resmi didirikan sejak tahun 2016 silam. Acara penandatanganan juga dirangkaiakan dengan acara Webinar bertajuk “Koleksi Gedong Kirtya Sebagai Rujukan Para Pemikir Bali dan Dunia”.

Ditemui seusai menandatangani MoU, Bupati Suradnyana menyebut jika keberadaan Buleleng memiliki beragam keunikan warisan budaya dari para leluhur terdahulu. Mulai dari peninggalan seni arsitektur, kuliner tradisional, pertanian, usada atau pengobatan tradisional, wariga, dan tradisi yang harus dijaga dan dirawat.

Kekayaan adat dan budaya yang dimiliki Buleleng sebut Suradnyana perlu digali kembali sesuai dengan konteks kekinian. Pihaknya berharap, STAHN Mpu Kuturan Singaraja bisa tampil untuk mengkaji dan mentransfer ilmu tersebut kepada masyarakat.

“Kami berbangga memiliki STAHN Mpu Kuturan Singaraja, yang pijakannya adalah Agama dan Budaya. Nanti akan ada disiplin keilmuan yang menyesuaikan dengan kekinian. Nah karena pijakannya agama dan Budaya tentu sangat relevan. Bagaimana Gedong Kirtya bisa dijadikan sebagai pusat penelitian lontar-lontar,” ujar Bupati Suradnyana kepada awak media.

Lanjut Suradnyana keberadaan Gedong Kirtya menjadi asset tak ternilai yang dimiliki oleh Buleleng. Bupati asal Banyuatis ini berharap agar Gedong Kirtya dimaksimalkan menjadi pusat mengkaji dan menggali jenis-jenis pelajaran yang diwariskan oleh leluhur.

Pihaknya optimis, keberadaan Gedong Kirtya sebagai rujukan pemikir Bali dan Dunia menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali Utara. Terlebih, Buleleng sedang merancang Soekarno Heritage setelah Rumah Nyoman Rai Serimben yang merupakan ibunda dari Bung Karno dijadikan sebagai cagar budaya.

“Kebetulan, di Bale Agung juga sudah setuju rumahnya dijadikan sebagai cagar budaya Rai Serimben. Astungkara bisa kita selesaikan. Semoga tahun depan secepatnya dieksekusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia optimis, dengan payung kerjasama tersebut, kedepan bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk mencerdasaskan masyarakat Buleleng khususnya dalam bidang adat dan budaya. Terlebih, STAHN Mpu Kuturan sebut Suwindia memiliki Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali siap diterjunkan ke masyarakat untuk mensuport program pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada bapak Bupati Buleleng, sebagai orang tuanya di daerah, kami lapor dan ditindaklanjuti dengan MoU dan Surat Perjanjian Kerjasama sebagai payung. Kedepan, kami akan menterjemahkan ulang lontar-lontar yang memuat kearifan lokal untuk disajikan dalam perspefktif kekinian. Sehingga bisa dicerna oleh masyarakat di Buleleng,” singkatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.