STAHN Mpu Kuturan Launching Buku Model Pembelajaran Inovatif

Tingkatkan Profesionalisme Pelayanan Publik, Dosen dan Pegawai STAHN Mpu Kuturan Digembleng
March 14, 2022
Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Raih Juara 1 Lomba Podcast Tingkat Nasional
April 1, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja meluncurkan sebuah buku tentang model-model pembelajaran inovatif Selasa, 15 Maret 2022. Buku berjudul “Pembelajaran Abad 21 Bermuatan Tri Kaya Parisudha” ini merupakan karya Dosen Prodi PGSD Ni Putu Candra Prastya Dewi, M.Pd.

Peluncuran buku yang berlangsung secara daring itu serangkaian dengan kegiatan Dies Natalis VI yang dibuka langsung Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, M.A. dalam sambutannya, buku ini sesuai dengan visi STAHN Mpu Kuturan yaitu menciptakan generasi unggul bermartabat berkarakter Tri Kaya Parisudha.

“Buku ini jelas relevan dalam menghadapi perkembangan zaman di abad 21. Ditambah lagi ada berbagai testimoni buku dari berbagai kalangan pendidik yang sudah berpengalaman di bidangnya, menambah daya tarik dan kepercayaan pembaca terhadap buku ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Program Studi PGSD, Made Adi Nugraha Tristaningrat. Menurutnya, launcingnya Buku Pembelajaran Abad 21 Bermuatan Tri Kaya Parisudha ini memberikan pondasi awal yang sangat penting dalam inovasi pembelajaran abad 21 yang diintegrasikan ke dalam kearifan lokal.

“Semoga kedepan kegiatan ini menjadi rutinitas dalam memperkaya khasanah keilmuan terkait dengan integrasi pendidikan secara umum dengan kearifan local,” harapnya.

Dikesempatan yang sama, Ni Putu Candra Prastya Dewi selaku penulis menyebut jika buku ini bertujuan untuk menjembatani para pendidik maupun mahasiswa sebagai calon pendidik untuk dapat memperkaya pengetahuan mengenai model-model pembelajaran inovatif yang perlu diterapkan dalam pembelajaran utamanya pada abad 21 yang notabene dikelilingi oleh kecanggihan teknologi.

Untuk mengatasi dampak negatif dari kecanggihan teknologi, diperlukan keterampilan 4C yaitu Critical Thinking Skill (keterampilan berpikir kritis), Communication Skill (keterampilan berkomunikasi), Collaboration Skill (keterampilan bekerjasama/berkolaborasi), dan Creativity (keterampilan berkreativitas). Keterampilan 4C tersebut selanjutnya dikolaborasikan dengan Tri Kaya Parisudha yang merupakan salah satu budaya lokal Hindu Bali yang terdiri dari Manacika, Wacika, dan Kayika.  

“Dengan adanya penerapan pembelajaran inovatif, bermanfaat untuk memberikan semangat belajar peserta didik saat pembelajaran serta mengurangi kejenuhan belajar, sehingga materi yang disampaikan akan terserap dengan baik dan dapat tersimpan dalam memori jangka panjang siswa,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Panitia Dies Natalis, Gusti Ngurah Arya Yuda Parmita, S.Pd., M.Pd, menyambut baik program peluncuran buku tersebut. Ia berharap agar buku ini nantinya bisa diedarkan secara luas di kalangan masyarakat termasuk Dosen dan juga guru serta mahasiswa, sehingga bisa member manfaat untuk kemajuan dunia pendidikan.

“Besar harapan kami agar buku ini bermanfaat kepada pembaca, sehingga selain menguasai teori dalam metode mengajar yang baik juga dapat menerapkan proses pembelajaran yang menarik serta dapat mengikuti perubahan jaman di abad 21 ini tetapi tetap dalam tatanan kearifan lokal yaitu berlandaskan Tri Kaya Parisudha,” singkatnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.