STAHN Mpu Kuturan Borong Lima Gelar Juara di Kancah Nasional

Prodi Teologi Laksanakan Tirta Yatra ke Pura Kahyangan Jagat
April 15, 2022
Pengabdian PG PAUD STAHN Mpu Kuturan, Bangun Kreativitas Anak Usia Dini Dengan Pengembangan APE
April 18, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja kembali menorehkan prestasi di Kancah Nasional. Dalam lomba yang digelar Binroh Hindu Telkom Group, mahasiswa berhasil memborong Lima gelar juara.

Dalam kategori Stand Up Comedy, Mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan berhasil memborong tiga gelar juara, masing-masing Jara 1 yang diraih Ganies Esa Manura, Juara 3 diraih Gunawan Purnomo, dan Juara Favorit yang diraih Nitya Yuli Pratistha.

Sementara untuk lomba Cover Lagu Rohani, STAH Negeri Mpu Kuturan singaraja berhasil memborong dua gelar juara. Yakni Juara pertama oleh Tim Agra yang beranggotakan Komang Arista Swandewi, Gusti Ketut Juniarta, I Gusti Ngurah Bagus Arya Atmaja, Marga Trisantika, dan I Made Agra Kumara Jaya, serta Juara dua yang diraih pasangan duet Ketut Wika Yana dan Ni Komang Candrani Dewi.

Ganis Esa Manura merupakan mahasiswa yang sudah berulang kali mengharumkan nama lembaga dengan meraih juara dalam berbagai perlombaan. Dalam lomba stand up comedy yang diikutinya, Ia memang mempersiapkan secara matang, berbekal keilmuan publik speaking dan videografi yang telah di dapatkan selama kuliah di program studi Ilmu komunikasi.

Awalnya, Ganis merasa ragu, karena minimnya pengetahuan tentang stand up comedy. Ia mencari tahu tentang tehnik stand up comedy melalui media social youtube, dengan menyaksikan penampilan comika nasional. Dari situ Ia kemudian menulis materi dan mengangkat tema pengalaman lucu kuliah daring. Tidak menyangka, materi yang disajikan berhasil mengantarkannya menjadi Jawara.

“Stand up comedy berangkat dari keresahan seorang, saya memiliki keresahaan akan hal itu. Disamping itu, saya juga menyampaikan kritik sosial terkait Mahasiswa yang sering alasan susah sinyal setiap kuliah online serta ibu-ibu yang sering menyalahkan guru SD karena anaknya mendapatkan tugas yang berlebihan. Mungkin pesan saya menjadi nilai lebih sehingga saya dapat menyabet juara 1,” ujar Ganies.

Sementara itu, Kaprodi Ilmu Komunikasi Hindu, Komang Agus Widiantara M.Ikom mengapresiasi atas prestasi yang berhasil diraih mahasiswa. Menurutnya, lomba ini merupakan bukti bahwa mereka lolos uji atas kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pendidikan yang selama ini didapatkan. Terlebih lagi, STAH Negeri Mpu Kuturan memberikan mahasiswa ruang yang luas untuk mengekspresikan diri. Tidak hanya merema teori dalam kelas, namun bisa bermanfaat untuk pribadi, lembaga, bahkan masyarakat lebih luas.

“Mampu menyisihkan berbagai peserta lainnya dan tampil sebagai juara, tentu memiliki kelebihan yang tidak terlepas dari pengalaman akademik yang mereka terjemahkan dalam lomba. Kita harapakan mahasiswa tidak sekedar lomba saja, namun lebih menantang diri mereka dalam even yang lebih besar,” ucapnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.