STAHN Kebut Akreditasi Menuju Institut

Gunawan Purnomo, Mahasiswa STAHN Peraih Juara 2 Nasional Dharma Wacana
March 4, 2021
Penerimaan Mahasiswa Baru STAHN Gelombang Pertama Terima 482 Pendaftar
March 10, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja menggenjot proses akreditasi dengan menggelar Workshop Pendampingan Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi, yang berlangsung secara Daring dan Luring selama dua hari.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan STAHN Mpu Kuturan Dr. I Made Sedana,S.Pd., M.Pd di Aula Kampus Jalan Kresna Singaraja. Pelaksanaan Workshop berlangsung selama dua hari yakni Senin 8 Maret hingga Selasa 9 Maret 2021 yang digelar dengan metode luring dan daring. Dimana peserta yang terlibat dalam kegiatan berjumlah 25 orang, terdiri dari unsur Pimpinan, Dosen dan Tenaga Kependidikan yang seluruhnya dari lingkungan STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STAHN I Made Sedana mengatakan jika pembangunan kampus tidak hanya pembangunan disektor infrastruktur, namun juga menyangkut tentang pembangunan akademik berupa pengakuan dari sebuah Lembaga Resmi, salah satunya adalah pengakuan akreditasi.

Menurutnya, kegiatan workshop Pendampingan Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi ini menjadi agenda penting, untuk menggenjot proses akreditasi. Sehingga target menjadikan STAHN sebagai Institut bisa segera terealisasi.

“Kami berharap tahun 2021 semua prodi sudah terakreditasi, dan tahun 2021 ini juga borang Akreditasi Institusi diajukan ke Sapto. Harapannya tahun 2022 sudah bisa AL dan keluar hasilnya. Sehingga target tahun 2023 seperti di Renstra, STAHN Mpu Kuturan sudah menjadi institut,” tegas Sedana.

Sementara itu, Ketua Panitia Kadek Hangki Primayana dalam laporannya menyampaikan, dasar pemikiran terselenggaranya kegiatan ini adalah bahwa STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai lembaga pendidikan tinggi wajib memiliki peringkat Akreditasi Institusi.

“Maka, sebagai tahapan menuju peringkat akreditasi tersebut, perlu untuk melakukan workshop penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Pelaksanaan Workshop Pendampingan Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi tersebut menghadirkan empat orang narasumber. Yakni, Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH., M.Hum dari Universitas Hindu Indonesia, Prof. Akhmad Fauzy dari Universitas Islam Indonesia sekaligus sebagai Dewan Eksekutif BAN PT. Kemudian Dr. Suranto, M.Pol dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Dr. I Wayan Suardana, M.Par dari Universitas Udayana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.