STAHN Gelar Workshop Penyelarasan Kurikulum Berbasis KKNI

Kampus Sebagai Jembatan Mengimplementasikan Nilai Demokrasi
February 26, 2021
Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani
February 26, 2021

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja menggelar Workshop Penyelarasan Kurikulum Mata Kuliah Umum dan Penciri Perguruan Tinggi berbasis KKNI untuk Program Sarjana. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari 25 dan 26 Februari 2021 di Aula kampus di Jalan Kresna Singaraja.

Dibuka secara resmi oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, M.A, kegiatan workshop tersebut melibatkan sebanyak 25 peserta yang terdiri dari para Pejabat terkait akademik dan kurikulum, serta para Ketua Prodi dan Dosen di Lingkungan STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sementara untuk narasumber menghadirkan empat orang dosen sekaligus pembicara profesional yang berpengalaman dibidang kurikulum.

Mereka masing-masing Dr. I Wayan Suardana dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Prof. Dr. I Putu Gelgel dari Universitas Hindu Indonesia, Dr. I Gede Rihendra Dantes dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, dan Prof. Dr. I Nengah Duija dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Ketua Panitia Ni Putu Dian Utami Dewi M.Pd mengatakan, tujuan digelarnya workshop ini adalah untuk mendorong adanya penyesuaian kurikulum, atas tuntutan kebutuhan masyarakat, teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pengguna lulusan beserta mutu lulusan.

“Dan penyelarasan kembali kurikulum mata kuliah umum dan penciri perguruan tinggi yang terdapat pada masing-masing prodi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja I Gede Suwindia dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta untuk bisa mengikuti workshop dengan baik, sehingga dengan penyelarasan yang akan dilakukan, STAHN Mpu Kuturan memiliki daya saing yang benar-benar sesuai dengan standar.

Menurutnya, penyelarasan ini merupakan penyesuaian dengan perkembangan. Hal ini tidak lepas dengan proses dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang penuh perubahan dan kecepatan.

“Kita semua dipaksa. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang ini memaksa semua harus bisa menyelaraskan dan memenuhi tantangan dunia digital ini dengan berbagai perubahan dan penyesuaian,”tegas Suwindia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.