STAHN dan RRI Singaraja Siap Bekerjasama Untuk Merawat Kerukunan, Kesatuan, dan Kebangsaan

Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Harus Menjadi Maskot Lembaga
January 18, 2021
Persembahyangan Saraswati Akan Digelar Dengan Peserta Terbatas
January 26, 2021

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja siap untuk menjalin kerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Singaraja. Tidak hanya dalam hal publikasi Perguruan Tinggi, kerjasama juga akan dilakukan untuk merawat kerukunan, kesatuan, dan kebangsaan melalui program talkshow.

Hal itu terungkap saat Kepala Stasiun RRI Singaraja, Wardi melaksanakan kunjungan ke STAHN Mpu Kuturan yang berlokasi di kampus Jalan P. Menjangan, Kelurahan Banyuning. Kedatangannya yang didampingi beberapa orang diterima langsung Ketua STAHN Mpu Kuturan Dr. I Gede Suwindia, M.A di ruang kerjanya Kamis, 21 Januari 2021. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Gede Suwindia mengatakan, untuk kegiatan dokumentasi dan publikasi kegatan di kampus, STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejauh ini selalu memanfaatkan media sosial, termasuk juga dengan beberapa media masa yang ada di Kabupaten Buleleng. Sehingga kedepan, Ia berharap antara RRI Singaraja dengan STAHN mpu Kuturan bisa terjalin kerjasama.

“Kami di kampus untuk menggarap segmen milenial, kita manfaatkan media sosial. Kalau kita sosialisasi hanya mengandalkan pola konservatif akan ditinggalkan. Segmen pasar itu tetap kita menjaga, namun tetap dengan kode etik dan aturan sesuai dengan SOP yang berlaku pada lembaga,”ujarnya.

RRI Singaraja sebagai Lembaga Penyiaran Publik milik Pemerintah lanjut Suwindia harus memiliki sebuah program siaran yang mampu memberikan vibrasi positif bagi masyarakat luas. Sehingga salah satu ide yang ditawarkan adalah membuat sebuah program talkshow bertajuk resonansi. Dimana Talkshow itu akan menghadirkan Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja bersama dengan seorang narasumber berkompeten untuk membahas tentang kerukunan.

“Kami ingin terus menggaungkan jika kerukunan itu bukanlah sebuah barang jadi, melainkan sesuatu yang harus dirawat dengan baik. Kita mulai dari hal kecil dulu, program yang bisa merawat kerukunan, harus diperbanyak. Jangan justru media memicu konflik.Tujuan baik dimulai dari niat dan cara yang baik,”tegasnya.

Sementara itu, apa yang disampaikan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepsta RRI Singaraja Wardi. Menurutnya, sebagai sebuah media pemerintah, RRI memang berbeda dengan media konvensional swasta yang berorientasi pada profit. Sehingga, program kerjasama dengan STAHN Mpu Kuturan Singaraja akan segera ditindaklanjuti sehingga bisa segera direalisasikan.

“Mari kita bergabdengan tangan, karena memberikan pemahaman dan mencerdaskan masyarakat tugas kita bersama. Jangan berjalan parsial sendiri-sendiri. Justru malah nanti tidak ketemu. Sebagai lembaga penyiaran publik, kalau terkait persoalan merawat kesatuan, kebangsaan kita peduli,” kata Wardi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.