Sempat Pesimis, Devi Mahayoni Berhasil Raih Juara II Lomba Kaligrafi Hindu se-Bali

Putu Shinta Aiswarya, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Yang Raih Beberapa Penghargaan Nasional
October 18, 2022
Ngenteg Linggih, STAHN Mpu Kuturan Luncurkan Tiga Tari Wali
October 22, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Kecintaannya dalam seni Kaligrafi berhasil mengantarkan Nyoman Devi Mahayoni menggapai sebuah prestasi. Ya, melalui Lomba Kaligrafi Hindu dengan huruf Devanagari tingkat Perguruan Tinggi se-Bali, Ia berhasil tampil sebagai Juara II.

Ini bukan kali pertama Devi Mahayoni mengikuti lomba Kaligrafi. Ditahun 2021 lalu, ia sempat mengikuti lomba yang sama. Hanya saja saat itu, Devi belum beruntung untuk bisa menyabet gelar juara. Namun hasil itu tidak membuatnya patah semangat. Ia pun terus mengasah kemampuannya. Hingga akhirnya di tahun 2022 ini, Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berhasil meraih juara II.

Devi menyebut jika dalam lomba kali ini persiapannya yang dilakukan sangatlah singkat. Pihak penyelenggara lomba baru mengirim sloka tiga hari menjelang lomba. Latihan pun langsung dikebut dibawah bimbingan Pembina UKM Kaligrafi.

Karena persiapan yang tidak terlalu panjang, Devi pun sempat pesimis. Terlebih lagi peserta lain menurutnya terlihat lebih berpengalaman. Pun demikian Ia tetap memberikan yang terbaik.

“Devi dari awal tidak yakin akan mendapat juara. Namun, tiang percaya apapun hasilnya setidaknya Devi sudah berusaha yang terbaik, dengan melihat karya yang sudah sesuai dengan isi sloka dan tema, ditambah sloka sudah Devi usahakan bisa dibaca dengan baik,” ujarnya.

“Tiang sangat bersyukur dan bangga pada usaha saya kali ini, karena bisa mendapatkan juara pada lomba ini, ini pertama kalinya tiang mendapat juara tingkat perguruan tinggi se-Bali, dan tentu tiang berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukung tiang untuk ikut dalam lomba ini, baik kepada pelatih, pengurus UKM,  orang tua, dan teman-teman lainnya,” imbuh Devi.

Keberhasilannya meraih juara II tidak lepas pada kecintaannya pada seni kaligrafi. Devi menuturkan jika ketertarikannya pada seni kaligrafi diawali pada hobynya yang suka menggambar. Hoby itupun disalurkan dengan bergabung bersama UKM Kaligrafi STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

“Awalnya  tiang coba menggambar dengan melihat contoh gambar di internet, kemudian tiang tuangkan dengan aksara bali. Kemudian coba ikut beberapa kesempatan lomba kaligrafi bahasa bali dan devanagari. Saya merasa senang ketika bisa membuat gambar dengan rangkaian aksara dengan makna-maknanya yang tiang sesuaikan dengan gambar yang tiang buat. Jadi tidak hanya gambar yang indah, tetapi ada doa dan makna didalamnya,” pungkasnya. (hms)

Comments are closed.