Prodi Pariwisata Budaya & Keagamaan: Menanam & “Healing”

HMPS PSABB Rayakan Dies III, Gelorakan Ikatan Kekeluargaan Melalui Prasuti Gema Mahaprabha
April 3, 2022
Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Berjaya di Kancah Internasional, Adelia Savitri Raih Juara 3 Lomba Cipta dan Baca Puisi
April 10, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya & Keagamaan STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja, nampaknya memanfaatkan betul hari libur, Minggu (3/4/2022), dengan berbagai aktivitas positif. Di desa Les kecamatan Tejakula, mereka melakukan aksi penghijauan, bersama dengan komponen masyarakat lainnya, mulai dari pemerintah desa dan karang taruna desa Les, tim Kerti Bali Sejahtera (KBS) Provinsi Bali, Perumda Tirta Hita Buleleng, Koperasi Pangan Bali Utara dan Kayoman Pedawa.

Namun tak sekadar pengalaman menanam 250 bibit tanaman jenis beringin dan aren yang didapatkan para peserta. Nuansa ‘healing’ sangat terasa pada kegiatan ini. Peserta dapat merasakan udara segar, indahnya air terjun Yeh Mampeh sebagai lokasi penanaman hingga merdunya suara gemericik air yang mengalir di sungai. Pemandangan tersebut serasa memberikan penyembuhan dan energi baru bagi para peserta penghijauan.

baca juga: https://stahnmpukuturan.ac.id/mahasiswa-stahn-mpu-kuturan-raih-juara-1-lomba-podcast-tingkat-nasional/

Menurut dosen Prodi Pariwisata Budaya & Keagamaan, Nyoman Danendra Putra, M.Par, aktivitas berwisata di alam, menjadi tren pariwisata kala dan pasca pandemi Covid-19. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan, karena alam memberikan manfaat yang besar dengan resiko rendah terhadap kesehatan. Disamping itu beribur di alam juga bisa memberikan keleluasaan untuk menjaga jarak fisik dengan wisatawan lainnya.

“Kita ketahui bersama, ketika pandemi, aktivitas terbatas dan lebih banyak dilakukan di rumah. Sehingga ketika pelonggaran terjadi, masyarakat ingin healing dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan. Nah, wisata alam menjadi salah satu pilihannya”, ucapnya.

Berita terkait: https://stahnmpukuturan.ac.id/stahn-mpu-kuturan-dukung-konservasi-alam-laksanakan-penanaman-pohon-di-desa-pejarakan/

Sementara itu, Kepala Program Studi Pariwisata Budaya & Keagamaan, Kadek Wiramarta, M.Pd, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Les, karena melibatkan dosen dan mahasiswa dalam aksi penghijauan. Langkah ini sejalan dengan program kerja Prodi Pariwisata Budaya & Keagamaan STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Desa Les karena turut mengajak kami dalam aksi penghijauan. Ini sejalan dengan program kerja kami, sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa untuk merawat alam, yang menjadi modal dari pariwisata berkelanjutan”, ucapnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.