Peringati Hari Amal Bhakti, STAHN Mpu Kuturan Berbagi

Bangun Karakter Generasi Muda, Prodi PAH Gelar Pengabdian Masyarakat di Lombok Tengah
December 28, 2021
Pimpin Apel HAB 2022, Ketua STAHN Mpu Kuturan Serukan Soliditas Dan Solidaritas
January 3, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Perayaan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementrian Agama ke 76 dimanfaatkan untuk berbagi sembako oleh sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada Kamis, (30/12) pagi. Sasarannya adalah Panti Asuhan Yayasan Dana Puni Kabupaten Buleleng, jalan Pulau Timor, Banyuning, Kecamatan Buleleng.

Bantuan berupa beras, mie instan, snack, kopi-gula, telur, paket MCK, alat tulis diserahkan langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Gede Suwindia, S.Ag, M.A. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Panti Asuhan Yayasan Dana Punia, Gede Arba Dana.

Arba Dana mengapresiasi atas bantuan yang diberikan kepada anak-anak di Panti Asuhan. Ia berharap bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk barang. Namun juga berupa pendidikan non formal seperti etika, penyuluhan keagamaan, maupun pendidikan sains.

“Kami selalu berharap kepada lembaga perguruan tinggi, agar ikut memberikan pendidikan secara soft skil kepada adik-adik panti asuhan. Dengan adanya kerjasama ini, kami sangat senang, dimana perguruan tinggi bisa menjadi instruktur, motivator dan ini adalah simbiosis mutualisme. Apalagi lembaga dalam akreditasi dituntut untuk berkontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Suwindia mengaku bersyukur jika sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan bahu-membahu mengumpulkan donasi untuk disumbangkan kepada adik-adik panti asuhan. Ia berharap kegiatan ini bisa terus berkesinambungan dilakukan.

“Kami bersyukur dalam rangka HAB kami sudah menyambungrasa dengan Yayasan Dana Punia, kedepannya, kita bisa tugaskan prodi untuk mengajar adik-adik panti asuhan. Ini juga menjadi pengabdian bagi prodi maupun Lembaga,” harapnya.

Agar berkesinambungan, STAHN sebut Suwindia akan menjajagi kerjasama yang lebih serius. Sehingga aktifitas ini bisa dijadikan momentum sharing baik secara akademik maupun non akademik bagi sivitas akademika kepada masyarakat, khususnya Panti Asuhan.

“Pengabdian tidak harus berupa barang. Bisa dalam bentuk ilmu, misalnya sekali-dua kali bisa memberikan Pendidikan tentang etika, agama. Ini nanti kami kerucutkan, kalau perlu payung MoU maka bisa kami kerjasama,” harapnya.

Suwindia menyebut, hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat akan membuat STAHN Mpu Kuturan dirasakan kehadirannya dan memberikan manfaat. “Tentu yang penting bahwa hubungan bagus ini terjalin dengan baik. Kita diterima sebagai keluarga oleh Yayasan Dana Punia. Ini artinya sudah keterbukaan. Karena bagaimanapun aspek pentingnya adalah komunikasi dengan hati. Sehingga terbangun relasi,” pungkasnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.