Peringatan Hari Amal Bakti, Jajaran STAHN Mpu Kuturan Harus Tingkatkan Spirit Melayani

Kementerian PUPR Hibahkan Gedung Asrama Untuk STAHN Mpu Kuturan Singaraja
January 4, 2021
Lestarikan Hutan, Prodi Pariwisata Budaya Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja tanam Pohon
January 9, 2021

Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja melaksanakan peringatan Hari Amal Bakti ke 75 Kementerian Agama RI, dengan Upacara Bendera yang berlangsung di Kampus Jalan Kresna Singaraja Selasa, 5 Januari 2021.

Pelaksanaan Upacara Bendera tersebut berlangsung secara sederhana dan dengan penerapan protokol kesehatan. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, S.AG.,MA. Pada kesempatan itu, Suwindia membacakan amanat Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dimana tema yang diangkat dalam perayaan Hari Amal Bakti tahun ini adalah “Indonesia Rukun”.

Usai upacara, Suwindia mengajak seluruh jajaran Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri satu-satunya di Kabupaten Buleleng ini untuk meresapi dan mengimplementasikan apa yang menjadi amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Selama ini, dengan mengusung visi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, bermartabat berlandaskan Tri Kaya Parisuda, STHN Mpu Kuturan Singaraja membawa semangat melayani dengan baik untuk mencapai tujuan kerja dan penjabaran dalam visi dan misi.

“Spirit melayani diingkatkan dari segi kualitas dan kuantitas. Kalau di dosen, dia melayani mahasiswa, meningkatkan kualitas pembelajaran dalam pandemic, meskipun tidak dikampus, bisa online dengan baik, keluhan mereka kita fasilitasi. Ditingkat pegawai juga memberikan layanan terbaik, jaminan kesehatan kita tingkatkan, dengan situasi pandemic, kita berikan masker, menyiapkan handsanitizer, termasuk pengecekan suhu tubuh,” ujarnya.

Sementara dari sisi Tema Hari Amal Bakti, Gede Suwindia menyebut jika nilai kerukunan sangat bersifat fundamental. Ia menyebut jika nilai kerukunan tidak hanya dalam konteks antar umat beragama saja, namun harus memulai kerukunan dari dalam diri. Jika kerukunan dalam diri sudah mampu diciptakan, diyakini jika nilai kerukunan antar manusia bisa diwujudkan.

“Antar manusia terbangun komunikasi dengan baik apalagi antar agama baik, harus bersinergi dan saling suport. Karena nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, tidak semata-mata Ketuhanan yang tunggal, tetapi nilai Ketuhanan ada unsur kemanusiaan, unsur membangun kesejahteraan, nilai penghormatan, dan nilai kerukunan dibangun, makanya nilai Ketuhanan itu sangat fundamental,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.