Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN STAHN Mpu Kuturan, Sedana: Mahasiswa Wajib Berikan Sumbangsih Untuk Kemajuan Desa

Jurusan Brahma Widya Gelar Ratam
September 22, 2022
Sathya Kori, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Sabet Jawara Lomba Mendongeng Mahima se-Indonesia
October 5, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja diwajibkan untuk memberikan sumbangsih pemikirannya guna membawa kemajuan terhadap Desa-Desa di Kabupaten Buleleng selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2022.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua I STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja Made Sedana saat menghadiri kegiatan pembekalan dan pelepasan mahasiswa KKN STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang berlangsung di gedung kesenian Gde Manik Singaraja.

Menurutnya, kegiatan KKN adalah kegiatan intrakurikuler yang wajib diberikan kepada mahasiswa sebagai sebuah pelajaran menuju dunia nyata yaitu di desa. Tujuan KKN memperdalam tentang cara berpikir mahasiswa interdisipliner dan lintas sektoral. Bagi mahasiswa, KKN ini memiliki tujuan mengejawantahkan pengalaman belajar dan kuliah serta penerapannya dalam dunia pendidikan.

“Tidak hanya itu saja. Tetapi bagaimana mendewasakan pola pikir mahasiswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara pragmatis ilmiah,” ujarnya.

Sedana secara tegas meminta agar mahasiswa yang menjalani proses KKN tidak lagi hanya sekedar membuat plang pembatas desa, termasuk menulis papan statistik di desa. Namun, mahasiswa diminta memberikan sumbangan pemikiran sebagai komunitas ilmiah ataupun komunitas akademik.

“Bagaimana mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat dan peka terhadap perkembangan masalah global seperti lingkungan. Persoalan lingkungan ini menjadi titik atau fokus saudara menyelesaikan permasalahan bersama aparat desa dan instansi terkait. Misalnya bagaimana saudara mengedukasi masyarakat terkait bebas sampah plastik,” tegasnya.

Kegiatan pembekalan dan pelepasan Mahasiswa KKN Tahun 2022 tersebut dihadiri Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana. Dalam sambutannya, Lihadnyana menginginkan agar mahasiswa yang hadir dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi “obat” untuk memecahkan masalah di desa lokasi tujuan.

Lihadnyana menjelaskan kehadiran mahasiswa sebuah perguruan tinggi ke desa harus melakukan aktivitas pemecahan masalah (problem solving). Bukan dengan penerapan praktik baik (best practice). Jika menerapkan praktik baik, mahasiswa akan menyusun program kerja yang meniru keberhasilan dari sebuah desa atau tempat. Namun, pemecahan masalah akan menjadikan kehadiran mahasiswa KKN bagaikan “obat” untuk memecahkan persoalan-persoalan di desa.

“Oleh karena itu, sebelum kkn kita harus mengidentifikasi apa persoalan-persoalan yang ada di desa dimana KKN itu digelar,” jelasnya.

Dengan menjadi “obat” dan melakukan identifikasi terlebih dahulu, bisa memberikan kontribusi kepada desa lokasi KKN. Termasuk berkontribusi dalam pembangunan. Mengingat desa adalah sebuah entitas dari tata dan sistem pemerintahan. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan terakhir desa.

“Buleleng itu bersinar bukan karena lampu-lampu di Kota Singaraja. Tetapi mari kita buat Buleleng ini bercahaya karena lilin-lilin di desa itu. Oleh karena, itu hidupkanlah lilin-lilin di desa. Salah satunya dengan kehadiran mahasiswa KKN ini,” ucap Lihadnyana.

Disisi lain, pelaksanaan KKN STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja tahun 2022 akan menyasar 15 Desa di Kabupaten Buleleng yang diikuti oleh 282 Mahasiswa. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.