Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Kembangkan Sistem Irigasi Berbasis IoT

Menwa STAHN Mpu Kuturan SIngaraja Laksanakan Rekrutmen Anggota Baru
December 4, 2022
Sertijab Pengurus HMPS, Sebarkan Vibrasi Positif Ajaran Teologi Hindu
December 15, 2022

SINGARAJA, HUMAS – Karya Ilmiah berjudul SIMPEL (Sistem Irigasi Otomatis Petani Milenial) berupa Inovasi Irigasi Berbasis IoT System, mengantarkan mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja meraih juara 1 dalam National Competition Of Food And Agriculture Innovation.

Kejuaraan tingkat Nasional itu diselenggarakan oleh PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) D3 Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di Madiun dan diikuti oleh mahasiswa vokasi dan S1 se-Indonesia. STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja mengirimkan satu kelompok untuk mewakili dalam kegiatan tersebut. Mereka masing-masing Kadek Ayu Darmini (Prodi Hukum Hindu), I Putu Juni Astrawan (Prodi Hukum Hindu Semester) dan Wayan Redita (Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali).

Karya Ilmiah yang berhasil mengantarkan Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan itu menciptakan sebuah inovasi tentang proses irigasi di sawah. Selama ini, system pengairan masih dilakukan secara manual dan cenderung melibatkan banyak orang.

“Namun disini kami melakukan inovasi yang mana pegaturan sistem irigasi bisa dilakukan secara fleksibel karena disini dapat mengontrol irigasi sawah melalui smart phone,” jelas Kadek Ayu Darmini.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan sepenuhnya akan memanfaatkan teknologi, karena semua akan beroperasi secara otomatis dengan memanfaatkan system Internet of Things (IoT). Nantinya, pada saluran irigasi persawahan akan dipasang alat berupa palang pintu, yang dilengkapi oleh sensor air dan beberapa komponen lainnya.

“Inovasi ini jelas memberikan dampak yang luar biasa. Tidak perlu melibatkan banyak orang karena bisa dikendalikan dari jauh, kemudian bisa mengefisiensi waktu. Dan juga pekerjaan inovasi kami juga sangat praktis dan fleksibel yang dimana alat produksinya itu sangat terjangkau,” kata Ayu Darmini.

Mahasiswa semester satu ini pun tidak menyangka jika karya ilmiah yang disusun bersama dua orang rekannya akan mampu membawanya meraih Juara satu Tingkat Nasional. Karena sejak awal, mereka hanya menargetkan sebagai juara tiga. Keberhasilan yang diraih ini pun menurutnya berkat adanya dukungan dari lembaga, dosen dan juga kerja keras dari persiapan yang dilakukan. Dari hasil ini, mereka pun ingin mengkampanyekan untuk “sudahi menjadi generasi penikmat, mari bersama menjadi generasi pencipta”.

“Kita sebagai generasi egent of change, dengan lahirnya kita sebagai mahasiswa harus berkontribusi baik untuk lembaga maupun untuk negara dalam masa pembangunan bangsa baik itu berupa penciptaan inovasi maupun penciptaan prestasi. Karena tanpa adanya mahasiswa, perubahan serta pembangunan bangsa tidak akan berjalan dengan lancar,” pungkas Ayu. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.