Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Berjaya Dikancah Internasional, Adelia Savitri Sabet Juara 1 Baca Puisi Se Asia Tenggara

Tim Akreditasi Institusi Sinkronisasi Data, Borang Siap di Uplod Kesapto
November 22, 2021
Bedah Buku Untuk Menggali Pengetahuan Melalui Literasi
November 24, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja kembali mengharumkan nama lembaga. Bukan dikancah Nasional, melainkan dikancah internasional dengan menyabet gelar Jawara se Asia Tenggara.

Prestasi membanggakan itu diraih oleh Putu Putri Adelia Savitri yang berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Baca Puisi Berbahasa Indonesia/Melayu tingkat Mahasiswa Se-Asia Tenggara serangkaian acara Bulan Bahasa yang  diadakan oleh Universitas Islam Riau tahun 2021.

Mahasiswi Semester 5 Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja ini berhasil bersaing dengan 54 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik di Indonesia hingga mancanegara meliputi Vietnam dan Thailand. Lomba baca puisi ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting dan tayang secara live di channel YouTube UIR pada 16 November 2021 yang lalu.

Mahasiswi yang akrab disapa Adelia, membacakan puisi dengan judul Sejarah Kami karya Ediruslan Pe Amanriza sebagai Puisi Wajib dan Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta karya Sapardi Djoko Damono sebagai Puisi Pilihan.

“Sejujurnya sempat nggak nyangka untuk dapat juara. Tapi sejak awal saya memang bertekad dan berani untuk mencoba, dan saya selalu optimis. Dan ini juga berkat dukungan dari seorang sastrawan muda sekaligus teman akrab di dunia maya yaitu Vania Kharizma,” ujarnya.

Ini bukan kali pertama Adelia Savitri berhasil meraih juara. Dalam tiga bulan terakhir di tahun 2021, gadis kelahiran Palu, 25 Oktober 2000 ini sudah mengikuti 15 ajang lomba dengan hasil yang memuaskan. Tidak main-main memang, ajang yang diikuti merupakan ajang bergengsi di tingkat Nasional dan Internasional. Hasilnya sebagian besar mendapatkan juara 1 dan beberapa di peringkat 2 dan 3. Kemampuannya dalam bidang pembacaan puisi memang sangat mumpuni.

“walaupun sering dapat juara, tapi kadang tetap ada rasa down. Dan beruntung semangat selalu muncul karena adanya banyak dukungan, terutama dari Keluarga dan juga teman-teman di sekeliling yang selalu memberikan support untuk terus aktif dan berkarya,” kata Adelia.

“Yang terpenting adalah mendapat pengalaman dan bisa meningkatkan kualitas diri, selain itu senang dan bangga dapat menambah teman dari berbagai daerah yang memiliki hobby sama dengan kualitas bukan kaleng-kaleng. Kedepan semoga terus bisa menambah pengalaman agar ada bahan cerita kepada adik-adik nantinya,” imbuhnya.

Disisi lain, Ketua Program Studi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali, Made Susila Putra, M.Pd., mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh anak didiknya. “Sangat senang dan bangga sekali atas prestasi yang diraih oleh Adelia, dalam ajang Lomba Baca Puisi Tingkat Asia Tenggara 2021 ini. Salah satu sasaran prodi yaitu bisa bersaing ditingkat internasional, sudah ditunjukkan oleh Adelia,” ujarnya.

Menurutnya, ada empat karakteristik yang bisa dijadikan tolak ukur dalam penilaian mutu pendidikan, salah satunya adalah prestasi. Tinggi rendahnya suatu mutu pendidikan dapat dilihat dari prestasi peserta didik. Semakin banyak siswa didik yang berprestasi, maka mutu pendidikannya dapat dikatakan baik.

“Kriteria siswa berprestasi tidak hanya dilihat dari sisi akademik, tetapi juga non-akademik. Prestasi ini juga sangat dibutuhkan dalam proses akreditasi prodi dan institusi. Semoga kedepan semakin banyak generasi penerus yang dapat membanggakan Program Studi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali baik pada tingkat Nasional maupun Internasional,” pungkas Susila. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.