Kerjasama STAHN Mpu Kuturan Dengan Bank Sampah Banyuning Bersih, Anak-Anak Kursus Bahasa secara Gratis Sambil Bawa Sampah Plastik

Teologi Mengabdi, Generasi Muda Pemegang Estafet Kepemimpinan Dimasa Mendatang
April 27, 2022
Program Pemuliaan Air Resmi Diluncurkan, Tebar Ribuan Ikan hingga Tanam Pohon di Tamblingan
May 16, 2022

SINGARAJA, HUMAS – STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Banyuning Bersih untuk memberikan pendidikan Bahasa Inggris dan Bahasa Bali kepada anak-anak di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng.

Menariknya, anak-anak tidak dikenakan biaya untuk mengikuti kursus. Hanya saja, mereka yang hadir diwajibkan untuk membawa sampah plastik. Dalam seminggu, Dosen-dosen dari Prodi Pariwisata Budaya dan Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali bersama dengan sejumlah Mahasiswa, memberikan kursus dua kali.

Setiap hari selasa, anak-anak akan mendapatkan pelajaran tentang Bahasa Inggris, sementara di hari kamis mereka akan mendapatkan pelajaran Bahasa Bali. Diawal, kegiatan ini memang kurnag diminati. Anak-anak yang terlibat hanya 10 orang saja. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah yang terlibat terus bertambah. Kini, kursus Bahasa yang berlangsung setiap Pukul 16.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita ini sudah diikuti oleh 50 orang lebih.

Kerjasama antara Bank Sampah Banyuning Bersih dengan STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja ini memang bagian dari program kerja Bank Sampah untuk penanggulangan dan pengurangan sampah plastik di Kelurahan Banyuning. Dan yang lebih menarik, anak-anak yang datang membawa sampah plastik, tidak hanya bisa menikmati kursus Bahasa, namun juga di rencanakan akan memiliki tabungan emas.

Sistemnya, sampah-sampah plastik yang telah terkumpul akan dijual, kemudian uang hasil penjualan itu akan ditabung pada tabungan emas di Pegadaian. “Kita sudah mengirimkan proposal sebenarnya ke Pegadaian untuk program itu, tapi memang belum ada tanggapan. Nanti akan kita jajagi lagi, dan mudah-mudahan disambut baik rencana kami ini. Dan kalau memang disetujui, anak-anak nanti akan punya rekening tabungan sendiri-sendiri,” jelas Direktur Utama Bank Sampah banyuning Bersih I Ketut Gede Budiartana.

Pria yang krab disapa Popo Adjuzt ini mengatakan, pihaknya sengaja memilih pemberian kursus Bahasa Bali dan juga Bahasa Inggris kepada anak-anak di Banyuning. Menurutnya, Bahasa Bali sebagai warisan leluhur hatus terus dilestarikan seiring dengan pesatnya perkembangan zaman. Kemudian untuk Bahasa Inggris memang menjadi sesuatu yang wajib untuk dipahami oleh anak-anak, karena Bali memang dikenal sebagai salah satu Destinasi Wisata yang banyak dikunjungi oleh Wisatawan Mancanegara.

“Anak-anak selama ini berkomunikasi dalam lingkungan Keluarga atau lingkungan sekitar lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia, dan itu tidak salah. Tetapi bahasa Bali sebagai warisan leluhur tetap harus dipahami dan dikuasai oleh anak-anak. Kalau bahasa Inggris kita tahu sendiri Bali adalah daerah tujuan WIsata, jadi mereka punya bekal kelak ketika akan terjun ke dunia Pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Bahasa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja Ni Putu Dian Utami Dewi, M.Pd menjelaskan, pemberian kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Bali ini memang tindaklanjut dari kerjasama antara Bank Sampah Banyuning Bersih dengan STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

“Salah satu bentuk kerjasamanya adalah Pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan kursus ini. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada bentuk kerjasama yang lain juga,” singkatnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.