Kementerian PUPR Hibahkan Gedung Asrama Untuk STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Balitbang dan P3M STAHN Siap Berkolaborasi
January 4, 2021
Peringatan Hari Amal Bakti, Jajaran STAHN Mpu Kuturan Harus Tingkatkan Spirit Melayani
January 5, 2021

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memberikan hibah berupa gedung asrama mahasiswa untuk Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Pelaksanaan pembangunan direncanakan akan dimulai pada Bulan Mei 2021 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, S.AG.,MA di ruang kerjanya Rabu, 6 Januari 2021. Dijelaskan, pihak STAHN Mpu Kuturan sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Kementerian PUPR di tahun 2020 lalu.

Dari pemaparan desain, Gedung Asrama akan dibangun di bagian Timur kampus. Gedung tersebut akan dibangun tiga lantai dengan basement dan dilengkapi aula dan ruang rapat. Sementara untuk kapasitas gedung, bisa menampung mahasiswa hingga 180 orang. Dimana satu kamar seluas 24 meter persegi itu, nantinya akan dilengkapi dengan dua hingga empat tempat tidur, dapur dan juga kamar mandi.

Kini, pihak kampus masih melakukan penataan pada lokasi lahan yang akan dimanfaatkan menjadi gedung asrama, dengan melakukan pekerjaan meratakan tanah dan pembangunan dinding penahan tanah.

“PUPR menerima lahan yang siap bangun, karena kontur tanah bergelombang, ada beberapa pekerjaan meratakan tanah dan membangun dinding penahan tanah. Ketika sudah siap barulah akan dilanjutkan dengan pembangunan. Februari akan kita mulai kegiatannya,” jelasnya.

Menurut Suwindia, dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan pihak Kementerian, proses pembangunan Gedung Asrama akan dimulai pada Bulan Mei 2021 mendatang. Sementara untuk pelaksanaan tender akan dimulai pada Bulan Februari dan Maret tahun 2021.

“Seluruh kegiatan akan dilakukan oleh Kementerian, mulai dari tender, pengawas, dan pembangunan. Termasuk juga nanti sudah dilengkapi dengan fasilitas mebeler untuk di ruangan dan juga kamar tidur. Jadi kita hanya tinggal menerima kuncinya saja,” ujarnya.

Nantinya setelah gedung asrama itu diserahkan kepada STAHN Mpu Kuturan Singaraja, gedung itu hanya boleh dimanfaatkan untuk hunian mahasiswa. Pengelolaannya pun harus dilakukan secara profesional. Mahasiswa yang akan menempati asrama akan dikenakan biaya yang terjangkau.

Dana itu selanjutnya akan masuk ke kas Negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kemudian, dana itu pun bisa diamprah oleh pihak kampus untuk kegiatan lembaga.

“Penggunaan dan pemanfaatannya nanti harus kita laporkan. Dan ketika laporan penggunaan, ketertiban pengguna sudah kita lampirkan dalam sebulan atau dua bulan setelah dimanfaatkan, barulah nanti rencananya di dilanjutkan dengan gedung asrama kedua,” pungkas Suwindia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.