Kegiatan Bulan Bahasa Bali 2023, Ratusan Mahasiswa Ikuti Festival Nyastra

Dialektika HMPS Filsafat Hindu, Asah Kemampuan Berpikir dan Diskusi Mahasiswa
January 31, 2023
MODERASI STAHN MPU KUTURAN DI UIN
February 13, 2023

SINGARAJA, HUMAS – Ratusan Mahasiswa mengikuti Festival Nyastra yang digelar Prodi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Kegiatan tersebut serangkaian dengan Bulan Bahasa Bali 2023 yang berlangsung Kamis, 2 Februari 2023.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan Singaraja 2023 dibuka secara resmi oleh Waka 1 Dr. I Made Sedana di Aula Gedung Rektorat Kampus Jalan Pulau Menjangan, Banyuning. Untuk diketahui, Bulan Bahasa Bali tahun 2023 mengusung tema “Sagara Krethi: Sastra Amretha Pamahayu Jagat”, dimana kegiatan ini akan berlangsung hingga 28 Februari 2023 mendatang.

Made Sedana dalam sambutannya menjelaskan, pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang digelar oleh Prodi Bahasa Bali sebagai salah satu implementasi dari Peraturan Gubernur dan juga Perda tengtang Pemuliaan Bahasa bali yang wajib mendapat dukungan.

“Dan kami harapkan tahun depan kegiatannya tidak hanya ada di lingkup dalam saja, tetapi ada workshop, kriya loka, widyatula atau seminar, lomba-lomba atau wimbakara, sasolahan atau pagelaran, reka aksara atau pameran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Bulan Bahasa Bali STAHN Mpu Kuturan I Nengah Adi Widana menyebut jika kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu bentuk pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Pembukaan Bulan Bahasa Bali tahun 2023 ini dibarengi dengan pelaksanaan Festival Nyastra yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

“Untuk tahun ini ada banyak kegiatan, mulai dari Loka Karya atau Kriya Loka, kegiatan podcast yang mengundang beberapa praktisi atau divisi dari STAHN Mpu Kuturan, kemudian ada kegiatan bedah buku atau bedah karya sastra atau Widya Tula, kemudian yang terakhir ada pengumpulan teks sastra Bali berupa puisi ataupun prosa,” ujarnya.

Kegiatan Festival Nyastra inipun mendapat dukungan dari Mahasiswa. Salah satunya adalah kadek Githa Paramita. Menurutnya, festival ini sangat bermanfaat terutama bagi kalangan anak-anak muda yang jarang bersentuhan dengan nyastra, sehingga bisa lebih paham.

“Saya tidak pernah nyastra bahkan tidak terlalu mengetahui aksara, tapi karena diberikan lembaran yang berisi aksara membuat saya mempelajari sedikit demi sedikit tentang aksara Bali. Festival ini sangat bermanfaat bagi kami yang belum bisa atau belum begitu paham dengan nyastra,” akunya.

Kegiatan Festival Nyastra diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali, seluruh dosen dan staff, serta delegasi sepuluh mahasiswa dari setiap program studi yang terdapat di STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja. (hms)

Comments are closed.