Kampanye Dimasa Pandemi, Para Paslon Manfaatkan Media Sosial Untuk Cari Dukungan

Tiga Paslon “Bertarung” Untuk Posisi Pimpinan BEM STAHN
April 7, 2021
Pegawai dan Dosen STAHN Terima Vaksin Termin Pertama
April 9, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Pelaksanaan pemilihan Pimpinan (Ketua dan Wakil Ketua) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja, saat ini masuk dalam tahapan kampanye. Hanya saja, dalam siuasi pandemi saat ini, masing-masing pasangan calon tidak memiliki kesempatan untuk melaksanakan kampanye secara terbuka dengan melibatkan banyak orang.

Dari kondisi itu, maka dibutuhkan strategi khusus dari masing-masing paslon untuk bisa menarik simpati mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai pemilih yang berjumlah 1.400 an lebih. Maka, untuk bisa menyampaikan visi misi serta program kerja unggulan, masing-masing pasangan calon memanfaatkan media sosial sebagai media untuk berkempanye.

Dengan dibantu Tim Pemenangan masing-masing paslon, pamflet yang berisikian foto dan juga program kerja disebarkan melalui facebook. Media lainnya seperti whatsapp juga dimanfaatkan untuk berkampanye, termasuk memanfaatkan youtube untuk menyebarkan video yang memang sudah disiapkan.

I Kadek Oka Sanjaya, calon Ketua BEM STAHN Nomor urut 1 menjelaskan, situasi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi bukanlah kendala yang berarti untuk bisa mencari dukungan suara. Salah satu strategi yang ditempuhnya bersama Tim adalah dengan mengukuhkan dukungan melalui akar rumput dan menerapkan metode pendekatan berlandaskan rasa kekeluargaan.

“Jargon kami adalah BERAKSI. BERANI, AKTIF, SIGAP. Berani dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa, Aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa, Sigap dalam mengeksekusi program kerja yang sudah di rencanakan. Pencalonan ketua BEM baerawal dari banyaknya dukungan yang di berikan dari mahasiswa dan di harapkan saya maju dalam bursa pencalonan ketua BEM untuk membawa perubahan. Itu terbukti dari pendaftaran tyang yang tercatat paling terakhir di antara paslon lain,” ujarnya.

Strategi yang sama diterapkan oleh Calon Ketua BEM STAHN Nomor urut 2 Astu Arya Putra. Membagikan video tentang visi misi serta program kerja unggulan menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk menarik simpati mahasiswa untuk memilihnya saat pencoblosan nanti. Hanya saja menurutnya, dibutuhkan kerja keras lebih, mengingat Jurusan Brahma Widya sebagai kendaraannya melaju menuju Ketua BEM mengusung dua calon.

“Yang jelas kami akan bermain secara sehat. Dengan menunjukkan kesiapan kami paslon no 2. Melalui penyampaian visi dan visi serta proker unggulan diharapkan dapat meyakinkan mahasiswa STAHN untuk memilih kami,” yakinnya.

Begitupun dengan Paslon Nomor urut 3. Calon Ketua BEM Nomor tiga Luh Kartika Dewi menyadari jika Pemilihan kali ini akan berlangsung berat. Terlebih lagi salah satu paslon yang dihadapi adalah kawan yang berasal dari Jurusan yang sama dengannya yakni Prodi Filsafat Hindu, Jurusan Brahma Widya.

Walaupun demikian, Kartika Dewi menyebut bahwa persaingan akan dilakukan secara sehat. Salah satu strategi yang akan dilakukan untuk meraup suara khususnya di Jurusan sendiri adalah dengan menunjukkan kinerja yang dimiliki dihadapan mahasiswa sebagai pemilih.

“Sekarang tergantung nurani dari masing-masing individu untuk memilih dan untuk siapa hak pilihnya. Kalah menang sudah biasa, namun kita harus ingat juga bahwa kemenangan itu tidak hanya sekarang saja di kedepan tanggung jawab yang dipikul masih banyak dan tidaklah mudah pastinya. Yang dibutuhkan adalah kekonsistenanya,” tegasnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.