Ikuti Sarasehan Nusantara IMBASADI, STAHN Mpu Kuturan Kenalkan Kain Gringsing di Kancah Nasional

Membawa Nama Besar Mpu Kuturan, STAHN Bergerak Untuk Hadirkan Solusi dan Resolusi
June 1, 2021
Benchmarking, Prodi Ilkom Sasar Kampus di Wilayah Jatim
June 7, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja mengenalkan kain Gringsing, dalam lomba pagelaran budaya serangkaian kegiatan  Sarasehan Nusantara Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Indonesia (IMBASADI) VIII Tingkat Nasional.

Dalam kegiatan yang berlangsung secara virtual pada Sabtu, 5 Juni 2021 itu, Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali menyajikan pagelaran tari yang berjudul “Lubeng”. Lubeng sendiri merupakan motif utama dari kain gringsing sebagai Warisan Budaya Bangsa yang berawal dari hasil cipta rasa dan karsa oleh para leluhur Desa Adat Tenganan Pegeringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.

Tari Lubeng yang dibawakan oleh delapan Mahasiswa tersebut terbilang unik. Dalam gerakannya, menunjukkan beberapa kesenian khas yang ada di Desa Adat Tenganan Pegeringsingan. Mulai dari gerakan menenun Kain Gringsing, hingga Tradisi Mekare-kare. Tradisi ini adalah Perang Pandan yang biasanya digelar saat upacara puncak dalam Ngusabha Sambah Desa Adat Tenganan Pegeringsingan.

“Gringsing berawal dari kata gring yang berarti “sakit” dan sing yang berarti “tidak”, sehingga bila digabungkan Gringsing memiliki arti tidak sakit,” jelas I Nengah Juliawan, M.Pd selaku pembina dan juga peneliti budaya Desa Tenganan Pegringsingan.

Menurutnya, Prodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja sengaja mengangkat Kain Tenun Gringsing untuk mengenalkannya kembali di kancah Nasional. Terlebih Kain tenun ini telah mendapatkan berbagai penghargaan. Salah satunya adalah hak eksklusif, berupa Indikasi Geografis dari Ditjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun 2016.

“Selain itu, Kain Gringsing juga ditampilkan dalam pecahan uang Rp75.000 yang diluncurkan perdana pada 17 Agustus 2020 untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia,” ujar Juliawan.

Sementara itu, Kaprodi Sastra Agama dan Pendidikan Bahasa Bali Made Susila Putra berharap agar penampilan dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam lomba pagelaran budaya serangkaian kegiatan  Sarasehan Nusantara IMBASADI VIII Tingkat Nasional ini bisa memperoleh hasil terbaik.

“Harapan kami agar gaung STAH N Mpu Kuturan Singaraja menasional melalui kegiatan ini. Besar keinginan kami juga delegasi  STAH N Mpu Kuturan Singaraja memboyong beberapa juara dalam lomba-lomba yang diadakan oleh Panitia Sarasehan ini,” harapnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.