Genjot keahlian Mahasiswa, Jurusan Dharma Sastra Siap Gelar Praktik Kemahiran dan Keterampilan Hukum (PKKH)

Dorong Akreditasi Jurnal, STAHN Mpu Kuturan Gelar Workhsop
October 21, 2020
Prodi PGSD Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Kecamatan Buleleng
October 24, 2020

Kesadaran hukum yang rendah berdampak pada tingginya tingkat pelangaran hukum dimasyarakat. Upaya peningkatan kesadaran hukum dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya melalui pendidikan formal di perguruan tinggi. STAHN Mpu Kuturan Singaraja sejak awal berdiri di tahun 2016 telah membuka program studi Hukum Hindu dengan salah satu tujuannya dapat berpartisipasi aktif melalui bidang pendidikan meningkatkan kesadaran masyarakat. Mahasiswa dan lulusan dari program studi ini diharapkan mampu mengambil peran tersebut, hal ini terungkap dalam pembekalan PKKH Jurusan Dharma Sastra pada Jumat (23/10) di Aula STAHN Mpu Kuturan Singaraja kampus jalan kresna. Wakil Ketua I STAHN Mpu Kuturan Singaraja Drs. I Made Sedana, S.Pd., M.Pd pada kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kontribusi mahasiswa hukum hindu dalam mendukung upaya-upaya peningkatan kesadaran hukum. Sebelum terjun ke masyarakat harus meningkatkan keahlian hukum melalui praktik di lapangan.

“Mahasiswa pada prodi hukum hindu harus berperan aktif dalan mendukung upaya peningkatan kesadaran hukum di masyarakat, namun sebelum itu dilakukan penting mengikuti praktik keahlian yang akan meningkatkan skill dan pengalaman dalam bidang advokasi”, ucapnya.

Menyinggung masalah lulusan pria kelahiran 1970 ini mengingatkan lulusan hukum jika ingin bersaing di dunia kerja harus memahami betul bidang pekerjaan hukum sehingga dapat melihat peluang kerja yang lebih baik. Kegiatan yang nantinya akan diikuti adalah kesempatan menambah keahlian tersebut.

“lulusan hukum hindu jika ingin bersaing mendapatkan pekerjaan harus memahami betul bidang pekerjaan hukum yang nanti akan menjadi skill utama setelah menamatkan studi. 60% ilmu yang diterapkan dalam dunia kerja berasal dari praktik maka PKKH ini menjadi peluang baik bagi para calon sarjana hukum”, tegasnya

Ketua Panitia PKKH I Gusti Agung Mudana, M.Si., M.Pd. juga menjelaskan latar belakang kegiatan. Ia menuturkan pendalaman materi dengan praktik lebih cepat meningkatkan keahlian mahasiswa dalan bidang advokasi.

“Kegiatan PKKH merupakan matakuliah wajib yang diberikan kepada mahasiswa prodi hukum hindu yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam keilmuan hukum. Kemampuan litigasi maupun non litigasi akan mereka dapatkan untuk memantapkan kemampuan beracara”, paparnya.

Peserta kegiatan Praktik Kadek Dyna Apriani mengungkapkan perasaan senang bercampur gelisah karena akan mengikuti kegiatan ini. ia tidak dapat membayangkan hal-hal baru apa yang akan didapat selama mengikuti kegiatan. Namun mahasiswi semester VII ini berkeyakinan dapat melewati setiap tahapan dan penugasan dengan baik.

“Rasanya senang akan mendapat pengalaman luar biasa, tapi agak cemas karena benar-benar menjadi pengalaman pertama. Tidak ada gambaran apa yang akan saya kerjakan dalam kegiatan praktik nanti. Walau begitu saya tetap optimis akan menyelesaikan tahapan dan penugasan yang akan diberikan langsung di lapangan”, katanya.

Dalam pembekalan PKKH ini menghadirkan 2 narasumber profesional dari kantor advokat NAWACITA Law Office, Kadek Dewanta, SH dan Ni Putu Darmawati, SH yang sama-sama berprofesi sebagai pengacara. Materi yang diberikan mengenai Praktek Kepengacaraan dan Praktek Proses Persidangan Hukum Perdata. Pembekalan yang diberikan selama kurang lebih 2 jam ini dihadiri oleh Pimpinan dan seluruh mahasiswa serta dosen di Prodi Hukum Hindu Jurusan Dharma Sastra. (Hms/har)

Leave a Reply

Your email address will not be published.