Gali Potensi Wanagiri, STAHN Luncurkan Desa Binaan

Program Pemuliaan Air Resmi Diluncurkan, Tebar Ribuan Ikan hingga Tanam Pohon di Tamblingan
May 16, 2022
STAHN Mpu Kuturan Borong Tiga Gelar Juara dalam IMBASADI 2022
May 18, 2022

SUKASADA, HUMAS-Desa Wanagiri Kecamatan Sukasada memiliki berbagai potensi desa untuk dikembangkan. Mulai dari pengembangan Taman Gumi Banten, perkebunan, hingga potensi wisata yang kian berkembang.

Potensi inipun dilirik oleh STAHN Mpu Kuturan dengan menjadikan Wanagiri sebagai Desa Binaan untuk pengabdian masyarakat. Seremonial pembukaan kegiatan pengabdian telah dilaksanakan pada Minggu (16/5) siang, di gedung Serbaguna Desa Wanagiri.

Prosesi pembukaan dihadiri langsung oleh Waka II STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. Made Miarta Putra, S.Ag, M.Ag, Direktur Pasca Sarjana Dr. Nyoman Raka, M.Si. Acara dibuka langsung oleh Ketua P3M Gusti Ayu Desy Wahyuni, S.Sn, M.Pd.H

Ketua P3M, Desy Wahyuni mengatakan, STAHN Mpu Kuturan Singaraja siap bersinergi dengan Desa Wangiri dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat.

Dikatakan Desy, acara pengabdian ini akan berlanjut terhitung Mei sampai September 2022 mendatang. Pelaksanaannya akan melibatkan sepuluh Prodi jenjang S1 dan Program Pasca Sarjana.

Dimana, secara berkala kegiatan akan menyasar pengembangan Taman Gumi Banten sebagai lahan yang menyediakan berbagai macam tanaman untuk kebutuhan ritual serta Pembinaan kebermanfaatan tanaman upakara.

Dalam bidang pariwisata, STAHN hadir dengan melakukan pembinaan pokdarwis dan pengembangan pariwisata berbasis budaya dan agama di kawasan hulunya Buleleng ini dengan melibatkan prodi Pariwisata Budaya Hindu.

Kemudian dalam bidang pendidikan dilakukan dengan Pembinaan Pendidikan Karakter, Etnoekologi Workshop kurikulum, Ekolinguistik dan ekologi sastra pemuliaan air. Kegiatan Penyuluhan keagamaan juga tidak lepas dari sasaran kegiatan.

Ada pula Pembinaan konten terkait pemuliaan air dan Pembinaan web dan media sosial desa yang akan dilakukan oleh Prodi Ilmu Komunikasi. “Semua prodi bersinergi untuk melakukan pengabdian di Desa Wanagiri, sesuai dengan basic keilmuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Wanagiri, Made Suparanton menyambut baik gagasan pengabdian masyarakat dari sivitas akademika STAHN Mpu Kuturan. Meski baru pertama kali dilaksanakan di Wanagiri, pihaknya memastikan akan mengikuti kegiatan pendampingan dan pembinaan secara maksimal.

“Topik Tri Hita Karana bagi kami sangat tepat. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang maksimal dalam pengembangan Desa, baik dari sisi palemahan, pawongan dan parahyangan,” paparnya.

Suparanton menambahkan, pengembangan Taman Gumi Banten menjadi salah satu prioritas untuk dikembangan. “Harapannya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk menjamin ketersediaan sarana upakara,” pungkasnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.