STAHN Mpu Kuturan Bidik Nagasepaha jadi Desa Binaan
Belasan Program Andalan Dilakukan Selama 6 Bulan

SINGARAJA, HUMAS-Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, menjadi Desa Binaan STAHN Mpu Kuturan Singaraja tahun 2024. Rencananya, desa yang dikenal sebagai penghasil Lukisan Wayang Kaca ini akan didampingi selama enam bulan dengan berbagai program yang melibatkan lintas Prodi di STAHN Mpu Kuturan. Seremonial pembukaan Pengabdian Desa Binaan ini dilakukan pada Senin (13/5) pagi di Balai Desa Nagasepaha. Acara dibuka langsung oleh Ketua STAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag, M.A.

Perbekel Nagasepaha, Wayan Sumeken mengapresiasi upaya STAHN Mpu Kuturan dalam memberikan kontribusi kepada desanya. Bahkan, tahun 2022 lalu, Prodi Manajemen Ekonomi STAHN Mpu Kuturan juga sudah melakukan pengabdian masyarakat dengan program pojok UMKM. “Kami mengapresiasi kontribusi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Karena dampaknya sangat positif. Kini kami didampingi untuk pembentukan pasraman Jnana Mandala dengan menyasar masyarakat,” jelasnya.

Rencananya, peserta yang dilibatkan dalam pasraman Jnana Mandala ini adalah mulai dari pelajar jenjang TK hingga masyarakat umum. “Termasuk terwujudnya pasraman bisa menjadi dampak positif, karena pesertanya dari TK dari Dewasa. Karena pembelajaran sangat penting, bagaimana kita bisa memberikan Pendidikan moral yang lebih baik kepada masyarakat,” paparnya. Sementara itu, Prof Suwindia menyebut jika Desa Nagasepaha sudah dibidik sejak tahun lalu sebagai Desa Binaan untuk kegiatan Pengabdian Masyarakat setelah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula pada tahun 2023 lalu.

Bukan tanpa alasan, mengapa Desa Nagasepaha dijadikan sebagai Desa Binaan oleh STAHN Mpu Kuturan. Ia menyebut, desa ini memiliki potensi yang kuat dalam bidang kerajinan. Seperti saab, wayang Lukis kaca hingga kerajinan perak. “Stahn Mpu Kuturan di tahun 2024 ini memilih Desa Nagasepaha sejak tahun lalu. Apalagi sudah dilakukan oleh teman-teman Prodi Manajemen Ekonomi dan sudah berjalan sangat bagus,” sebutnya. Prof Suwindia menambahkan, dengan dilaunchingnya Pasraman Jnana Mandala di Nagasepaha, diharapkan semakin menguatkan kehadiran STAHN Mpu Kuturan Singaraja di masyarakat.

“Kami hanya ingin agar kampus sebagai institusi Pendidikan tidak sebagai Menara gading. Tetap harus nyata memberikan kontribusi kepada masyarakat luas. Termasuk dengan hadirnya Peresmian Pasraman Jnana Mandala yang outputnya bisa melakukan pengembangan karakter anak-anak, agar semakin baik,” katanya. Seperti diketahui, selama enam bulan terhitung Mei sampai Oktober 2024, STAHN Mpu Kuturan Singaraja akan menerapkan sejumlah program di Desa Nagasepaha yang dikawal oleh masing-masing prodi yang ada di kampus bernafaskan agama Hindu ini. Seperti Program Pasraman, Inovasi LPD dan Pojok UMKM, Pembinaan Sarati Banten, Pendampingan Stunting, Pembinaan Calon Penganting, Tour Guide Wisata Kerajinan, Branding produk Kerajinan, Pembelajaran di PAUD, Pembelajaran di SD, serta Garapan seni. (hms)