Asrama STAH Negeri Mpu Kuturan Disiapkan Untuk Isoter

HMJ Brahma Widya Gelar Diklat Manajemen Organisasi, Siapkan Regenerasi Pengurus Handal
February 4, 2022
Ikuti Lomba Pro Bali Ambassador 2022, Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Raih Gelar Favorit dan Best Personality
February 9, 2022

SINGARAJA, HUMAS – STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja menyatakan siap untuk mendukung pelaksanaan isolasi terpusat (isoter) bagi Pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 tanpa gejala ataupun gejala ringan, dengan memanfaatkan Asrama Kampus.

Hal itu terungkap saat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng melalui Koordinator Bidang Data dan Informasi Ketut Suwarmawan didampingi Sekretaris BPBD Buleleng I Wayan Duala meninjau Asrama STAH Negeri Mpu Kuturan di jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning Senin, 7 Februari 2022. Mereka diterima langsung Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Gede Suwindia, M.A didampingi Waka 1 Made Sedana.

Dalam peninjauan itu, dijelaskan jika Asrama yang berlokasi di belakang Gedung Rektorat itu memiliki 42 kamar. Dimana 40 kamar masing-masing memiliki kapasitas empat orang yang menggunakan bed bertingkat. Sementara dua kamar lainnya berkapasitas dua orang diperuntukkan kepada Penyandang Disabilitas.

Gede Suwindia menjelaskan, secara umum Asrama ini memang sudah bisa digunakan, karena serah terima pemanfaatan sementara dan mlaspas sudah dilakukan beberapa hari lalu. Dan STAH negeri Mpu Kuturan Singaraja sebagai Sekolah Agama selalu siap mendukung segala bentuk kebijakan Pemerintah daerah, termasuk untuk memanfaatkan Asrama sebagai lokasi Isoter.

“Karena ini wabah, kita tidak bisa mengabaikan spirit kemanusiaan apalagi kami ini sekolah agama. Apa yang bisa kita perbuaat akan kita lakukan sebaik mungkin. Prinsipnya kami sangat support Pemerintah Daerah, dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Mudah-mudahan segera pulih kondisinya,” jelasnya.

Menurut Suwindia, untuk pemanfaatan Asrama sebagai lokasi isoter selanjutnya akan diserahkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng. Namun, karena Asrama belum dilengkapi dengan bantal dan sprai sehingga itu dibebankan kepada Satgas.  

“Jadi kamar fasilitas bed itu ada dan kapasitasnya satu kamar ada empat tapi dari BPBD melihat dari sisi kelayakannya katanya satu kamar dua orang itu mungkin lebih baik. Kekurangan sprai dan bantal yang memang harus dilengkapi silahkan dilengkapi oleh Satgas,” ujarnya.

Hanya saja, Suwindia menjelaskan jika Gedung tersebut saat ini masih berstatus milik kementerian PUPR karena belum dilakukan serah terima hibah gedung.

“Sementara ini statusnya dari Kementerian kita hanya mendapatkan izin pemanfaatan sementara, karena gedung ini belum diserah terimakan,” pungkasnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published.