Artikel STAHN Mpu Kuturan Tentang Reboisasi Raih Harapan 1 Nasional

Pengumuman Pembayaran SPP Semester Ganjil 2021/2022
July 17, 2021
Akreditasi Institusi STAHN Mpu Kuturan Dikebut, Finalisasi LKPT dan LED Ditarget Rampung September 2021
July 27, 2021

SINGARAJA, HUMAS – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan Singaraja berhasil meraih juara Harapan 1 dalam lomba penulisan artikel yang digelar Mapala Bhuana Giri Universitas Mahasaraswati Denpasar.

UKM Penalaran STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengirimkan satu Tim yang terdiri dari tiga orang Mahasiswa masing-masing Made Rake Widana Saputra, Ni Made Ari Diasih, I Gusti Ayu Widya Dhammayanti. Dalam artikel yang dipresentasikan, UKM Penalaran STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengangkap topik “Menyelamatkan Green Belt Bendungan Titab Ularan Melalui Program Reboisasi Konservatif”.

Pembina UKM Penalaran Putu Eka Sastrika Ayu S. Pd., M. Pd menjelaskan, persiapan dalam mengikuti lomba tersebut memang terbilang sangat terbatas dan diskusi mengenai permasalahan yang diangkat dilakukan secara virtual, mengingat masih dalam situasi pandemic Covid-19. Pun demikian, upaya yang dilakukan diyakini telah maksimal.

“Saya membantu mahasiswa menemukan permasalahan yang akan dikaji, kebetulan saya termasuk warga di sekitar desa penyangga bendungan titab ularan. Diskusi melalui zoom, saya berikan garis-garis besar yang akan dibahas, mahasiswa menyelesaikan draf artikelnya, selanjutnya saya hanya membantu menghaluskan saja,” jelasnya.

Menurut Eka Sastrika Ayu, terbentuknya bendungan Titab-Ularan sebagai bendungan terbesar di Bali ini memberikan beberapa dampak berupa terganggunya kelestarian keanekaragaman hayati lingkungannya. Permasalahan lain yang terjadi disekitar adalah belum adanya usaha-usaha kreatif masyarakat penyangga kawasan Bendungan untuk mendukung pengembangan wisata buatan dan wisata alam sebagai bagian tidak terpisahkan dari maksud dan tujuan pembangunan bendungan.

Guna menanggulangi hal tersebut, maka salah satu program yang diusulkan adalah program reboisasi konservatif, penanaman kembali pohon di sekitar  bendungan, namun dengan pemilihan jenis tanaman yang kayunya tidak dapat  digunakan, atau tidak memiliki nilai  jual, namun akarnya mampu  menahan erosi, serta memiliki buah yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar

“misi besar dari artikel ini tidak hanya untuk memenangkan juara tapi ingin mengajak masyarakat disekitar desa penyangga Bendungan Titab Ularan untuk bersama-sama menjaga green belt atau sabuk hijau di kawasan bendungan tersebut melalui kegiatan reboisasi yang konservatif, yaitu pemilihan pohon yang sesuai dengan tujuan reboisasi itu sendiri,” tegasnya. (hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.